
Banyak hal yang harus dilakukan founder untuk memastikan bisnis startup berjalan baik ketika diluncurkan, salah satunya dengan mematangkan model bisnis (business model). Model bisnis adalah strategi yang akan dilakukan startup untuk menghasilkan nilai (value) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses itu sendiri.
Penting untuk menjadi catatan, model bisnis berbeda dengan rencana bisnis (business plan). Tujuan model bisnis ialah untuk membantu startup memvalidasi sumber daya, aktivitas, kanal, hingga hubungan yang akan dijalin. Sementara rencana bisnis lebih kepada strategi untuk mencapai target yang diinginkan — sehingga nantinya akan berbicara mengenai pemasaran, keuangan, dan lain-lain.
Dalam membuat sebuah proposal bisnis, kita perlu membuat sebuah tulisan ringkas yang dapat merangkum secara garis besar rencana bisnis. Dalam bahasa bisnis, ringkasan dalam bisnis plan ini biasa disebut sebagai executive summary atau ringkasan eksekutif.
Ringkasan eksekutif biasanya ditujukan kepada calon investor ataupun saat bisnis kita melakukan rekrutmen tenaga ahli. Oleh karena ini, isi dari sebuah ringkasan eksekutif haruslah mencakup poin-poin utama seperti latar belakang, deskripsi singkat, masalah yang diselesaikan, target pasar serta proyeksi keuangan ke depan.
Untuk membuat sebuah ringkasan eksekutif yang baik, diperlukan pengalaman yang cukup serta pembelajaran dari contoh-contoh ringkasan eksekutif perusahaan yang ada.
Mengenal Bisnis Model Canvas

Business Model Canvas ini terdiri dari 9 pilar utama yang merangkum proses bisnis mulai dari value perusahaan, segmen pelanggan, hingga struktur finansial. Dengan kesembilan blok ini, sebenarnya kita sudah bisa memvalidasi apakah satu ide bisnis itu potensial atau tidak.
Oleh karenanya, membuat bisnis model canvas adalah hal paling awal yang biasanya dibutuhkan seorang pengusaha pemula. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara membuat sebuah bisnis model canvas yang baik?
Jawaban sederhananya tentu dengan banyak berlatih membuat model bisnis canvas. Cara lain yang lebih efektif adalah dengan memahami secara mendalam setiap elemen dari BMC. Berikut deskripsi dan panduan mengisi secara mudah kesembilan blok yang ada dalam bisnis model canvas.
- Customer segments
Bagian ini akan menjelaskan siapa pelanggan potensial dari produk Anda. Bisa juga berisi profil orang yang memiliki masalah yang akan dipecahkan oleh bisnis Anda. Untuk model bisnis ecommerce yang berkembang sekarang ini, customer segment mencakup si penjual barang dan pembeli. Untuk lebih jelas mengenali siapa segmentasi pelanggan Anda, ada baiknya kamu juga mempelajari apa itu buyer persona. - Value Propositions
Blok ini berisi tentang nilai tambah yang akan membuat bisnis Anda terlihat menarik dan berbeda dengan bisnis lainnya. Biasanya berupa solusi atau inovasi yang Anda tawarkan dan menjadi keunggulan utama perusahaan. - Channel
Sederhananya, channel adalah media yang bisnis Anda gunakan untuk men-deliver solusi yang kamu tawarkan untuk sampai ke konsumen. Channel ini bisa berupa website, online advertisement, aplikasi, bahkan seorang sales person. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai channel marketing di era modern, kamu bisa simak dalam tulisan strategi marketing era digital. - Customer Relationships
Jika channel lebih banyak menjangkau orang yang belum tahu produk Anda, maka customer relationship adalah kebalikannya. Kamu harus tahu bagaimana cara bisnis Anda bisa terus keep in touch dengan para pelanggan. Bentuknya pun bisa sangat beragam, mulai dari newsletter, layanan after sales, dan sejenisnya. - Revenue Streams
Pada kedua blok bagian bawah (cost & revenue), kamu perlu menjabarkan struktur finansial dari perusahaan. Di bagian revenue, tentu yang perlu kamu tuliskan adalah produk/jasa apa saja yang dapat memberikan pemasukan. - Key Activities
Blok ini adalah bagian yang menjelaskan bagaimana kamu bisa menciptakan value preposition perusahaan. Jika bisnis kamu adalah product-based, maka inovasi teknologi dalam proses pembuatan produk bisa menjadi key activities. - Key Resources
Sumber daya utama, key resources merupakan kolom yang akan menjelaskan asset strategis perusahaan. Aset ini bisa berupa bahan baku produk, infrastruktur yang dibutuhkan dan semacamnya. - Key Partnerships
Tidak ada bisnis besar yang berjalan sendiri, dalam menjalankan sebuah aktivitas bisnis, tentu kita membutuhkan mitra. Disinilah tempat kita memasukkan mitra strategis yang kita miliki. Dalam konteks bisnis, mitra bisa berupa supplier, vendor, agensi, dan sejenisnya. - Cost Structure
Pada bagian terakhir ini, kita harus menentukan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan keseluruhan aktivitas bisnis. Untuk mempermudah,struktur biaya dapat diisi berdasarkan isian pada kolom key activities, key resources, dan channel.
Contoh Bisnis Model Canvas Bisnis Makanan
Berikut contoh BMC dari rencana bisnis wirausaha sosial Strawberry24. Usaha Strawberry24 bertujuan untuk memproduksi makanan sehat berbahan dasar buah strawberry segar. Berikut model bisnis canvasnya.

Bagaimana, mudah saja bukan? Jika kamu masih merasa kesulitan dalam membuat BMC, ada metode lain menggunakan daftar pertanyaan. Jawaban dari setiap pertanyaan itulah isi dari setiap elemen business model canvas. Berikut pertanyaan dari masing-masing kolom.
Mengenal Lebih Jauh Tentang Bisnis Model Canvas
Pada dasarnya, BMC merupakan sebuah bentuk penyederhanaan proposal bisnis yang ditujukan untuk enterpreneur pemula. Mengapa? Sebab, bagi pebisnis baru, membuat perencanaan bisnis yang panjang lebar cukup menyulitkan. Lantas, apa sebenarnya tujuan dari pembuatan BMC sendiri?
- Memudahkan enterpreneur untuk menentukan alur bisnis yang ditekuni mulai dari segmen paling dasar.
- Meringkas perencanaan bisnis dalam bentuk yang lebih padat.
- Sebuah proposal model baru untuk mendapatkan investasi bisnis.
- Sebagai media justifikasi atas potensi bisnis yang hendak ditekuni.
Cara Pembuatan Business Model Canvas
Lantas, bagaimana cara untuk menyusun bisnis model canvas agar memenuhi kesembilan elemen penting tersebut? Hanya ada 2 tahapan dalam penyusunan business model canvas yang menguatkannya sebagai sebuah proposal bisnis sederhana.
1. Menyusun Kuesioner
Apa maksudnya dengan menyusun kuesioner atau daftar pertanyaan? Ini adalah tahapan pertama di mana pertanyaan-pertanyaan penting yang mengacu pada masing-masing pilar disusun. Tujuannya, tentu mempermudah pengisian elemen-elemen BMC sebab hanya perlu menjawab kuesioner yang telah dirangkai sebelumnya. Seperti apa poin-poin pertanyaan yang tepat untuk dijadikan landasan business model canvas?
| Pilar | Contoh Kuesioner |
| Segmentasi Konsumen | Seperti apa karakteristik individu yang potensial menjadi konsumen? |
| Proposisi Nilai | Apa daya tarik utama produk dibandingkan dengan kompetitor sekaligus keunikannya? |
| Jalur | Bagaimana metode pemasaran yang paling efektif untuk mengenalkan produk kepada calon konsumen? |
| Hubungan dengan Pelanggan | Bagaimana cara untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen dan memastikan loyalitas mereka? |
| Sumber Pendapatan | Apa saja sumber modal yang dimiliki dan potensi modal yang ada? |
| Aktivitas Kunci | Bagaimana cara agar target perusahaan dapat tercapai? |
| Sumber Daya Utama | Apa saja aset yang telah dimiliki atau wajib untuk segera disediakan demi kemajuan bisnis? |
| Mitra Kunci | Siapa saja yang telah atau berpotensi menjadi pendukung bisnis? |
| Struktur Pembiayaan | Berapa jumlah total dana yang perlu dikucurkan agar semua aktivitas bisnis dapat tereksekusi dengan baik? |
2. Penyusunan Pilar Berdasarkan Kuesioner
Tahapan kedua dalam bisnis model canvas adalah mulai menyusun elemen-elemen dengan menjadikan kuesioner yang telah dibuat sebelumnya sebagai acuan. Tentu, jawaban dalam masing-masing pilar berbeda, tergantung pada bisnis yang digeluti. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, penyusunan elemen akan lebih mudah dan singkat jika sepenuhnya menjadikan kuesioner sebagai pedoman.
Bisnis Model Canvas Template

Contoh Business Model Canvas
Berikut ini merupakan sebuah contoh business model canvas yang dapat diterapkan :
| Bisnis Model Canvas Kafe Kopi Kulo |
Segmentasi Konsumen
Target konsumen merupakan generasi millennial dengan rentang usia 15-40 tahun.
- Pelajar.
- Mahasiswa.
- Pegawai.
Proposisi Nilai
- Kopi Kulo menyediakan kopi aneka varian yang kekinian dengan cita rasa otentik dan bahan baku berkualitas terbaik.
- Kopi Kulo merupakan kafe yang nyaman untuk menghabiskan waktu luang.
Jalur
- Sosial media
- Bazaar instansi.
- Karnaval kuliner.
- Aplikasi pengantaran makanan daring.
Hubungan dengan Pelanggan
- Memberikan diskon 50% untuk pembelian kedua.
- Promo gratis satu cup Kopi Kulo varian tertentu dengan membeli dua cup kopi.
- Harga promo untuk event tertentu seperti karnaval kuliner dan bazaar.
- Promo khusus untuk pembelian melalui aplikasi pengantaran makanan daring.
Sumber Pendapatan
- Modal pribadi pemilik Kafe Kulo.
- Investasi pihak ketiga.
- Penjualan per cup Kopi Kulo.
- Penjualan menu pendamping Kopi Kulo.
- Sistem bagi hasil melalui kerja sama dengan pedagang yang menitipkan produk di Kopi Kulo.
Aktivitas Kunci
- Membeli biji kopi kualitas terbaik dari petani.
- Menggunakan bahan-bahan pendamping yang berkualitas.
- Memberikan pelayanan terbaik, cepat dan ramah.
- Mempertahankan kualitas rasa dari produk-produk yang ditawarkan dari Kopi Kulo.
Sumber Daya Utama
- Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
- Mesin espresso otomatis.
- Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
- Suplaier bahan dan alat pelengkap.
Sumber Daya Utama
- Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
- Mesin espresso otomatis.
- Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
- Suplaier bahan dan alat pelengkap.
Sumber Daya Utama
- Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
- Mesin espresso otomatis.
- Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
- Suplaier bahan dan alat pelengkap.
Mitra Kunci
- Petani kopi.
- Suplaier bahan.
- Penyelenggara event festival kuliner.
- Influencer.
Struktur Pembiayaan
- Penyediaan alat.
- Penyediaan lokasi kafe.
- Penyediaan bahan baku.
- Biaya promosi (pembukaan, festival kuliner, pekan promosi, dan promo kerja sama).
Business Model Canvas Sebuah Proposal Penting
Melalui ulasan perihal pengertian, elemen, cara pembuatan serta contoh dari business model canvas di atas, tidak dapat dipungkiri perihal nilai pentingnya dalam sebuah bisnis. Banyak manfaat yang didapatkan melalui penerapan BMC ini :
- Bisnis dapat berjalan sesuai lajur yang ditentukan dan mendapatkan hasil sesuai harapan.
- Semua pihak yang terlibat memiliki porsi yang jelas dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis.
- Target dapat dicapai lebih cepat.
- Ekspansi usaha lebih mudah.
- Kontrol pemilik terhadap bisnis lebih kuat.
Dengan sederet manfaat nyata yang ditawarkan, tentunya tidak ada alasan untuk tidak menyusun business model canvas dalam sebuah perintisan usaha. Terutama bila mengingat BMC sendiri lebih ringkas bila dibandingkan dengan proposal bisnis yang rumit. Anda dapat menyusun sendiri BMC tanpa bantuan tenaga profesional.
Bisnis model canvas merupakan sebuah dokumen penyederhanaan dari perencanaan usaha yang biasanya menjadi momok bagi para enterpreneur. Melalui penerapan BMC, para usahawan, terutama pebisnis pemula, dapat menentukan prioritas, langkah, dan masa depan usaha yang digeluti dengan lebih mudah.



CONTOH BUSINESS MODAL CANVAS (FASHION)
Fashion merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gaya penampilan sehari-hari. Fashion digunakan untuk menunjang penampilan pememakainya. Fashion item yang digunakan seperti pakaian dan aksesoris bukan hanya bertujuan untuk menutupi tubuh, tapi juga menjadi cara untuk mengekspresikan dan mempresentasikan diri. Selain untuk mengekspresikan diri, fashion atau busana dapat menjadi sebuah bahan penilaian awal seseorang atau first imprssion, oleh kerenanya seseorang perlu untuk memperhatikan busana yang dikenakannya. Pasar pakaian wanita di Indonesia selama periode tahun 2010-2015 mengalami pertumbuhan, dimana terjadi peningkatan volume penjualan sebesar 4,4% per tahun dan juga nilai penjualan yang meningkat 13,2% per tahun (Euromonitor International, 2016). Pada tahun 2015, volume penjualan pakaian wanita mencapai 319,2 juta unit dengan nilai mencapai Rp 50,8 triliun (bppp.kemendag.go.id, 2016).
Meningkatnya penjualan pakaian wanita ini selain karena adanya kebutuhan juga didorong oleh adanya tren gaya pakaian wanita yang selalu berubah atau berkembang sesuai zaman. Berdasarkan hal tersebut, terdapat peluang besar untuk memproduksi dan menjual produk pakaian yang dikhususkan untuk wanita. Penulis ingin mengembangkan bisnis fashion wanita jenis luaran atau outer berupa cardigan, jaket jeans dan jas wanita/blazer. Cardigan, jaket jeans, dan jas wanita/blazer ini hadir dalam berbagai warna, namun cenderung memiliki penampilan yang polos. Oleh karena itu, penulis ingin mempercantik tampilan dari fashion item tersebut sehingga menjadi lebih mernarik dengan menggunaka payet atau manik-manik yang secara khusus dirangkai menggunakan tangan (handcraft). Dimana payet/manik-manik tersebut akan memberikan sentuhan yang berbeda dan memberikan kesan yang lebih elegan pada cardigan, jaket jeans, dan blazer yang semulanya memiliki penampilan polos. Dengan menambahkan payet/manik-manik juga akan memberikan nilai tambah pada fashion item tersebut. Payet/manik-manik yang digunakan tidak begitu banyak namun tetap memberikan penampilan dari outer atau luaran menjadi lebih cantic dan elegan. Nama dari Ide Bisnis ini adalah “MANIQ”.
MANIQ mengembangkan Business Model Canva yang terdiri dari 9 (Sembilan) elemen, meliputi customer segmentation, value proposition, channels, customer relationship, revenue stream, key activities, key resources, key partner dan cost structure. Diharapkan dengan membuat Business Model Canva ini, MANIQ dapat menyusun strategi dengan baik, lebih terarah dalam merealisasikan dan mengembangkan bisnis dan produknya. Berikut Business Model Canva ide bisnis MANIQ:
1. Customer Segment
Dalam menjalankan bisnisnya, MANIQ memiliki segmentasi pelanggan yang dikhususkan pada wanita. Segmentasi pelanggan berdasarkan umur adalah yang berusia 17 – 45 tahun. Produk MANIQ jenis cardigan dan jaket jeans ini cocok untuk segmentasi pelanggan yang berstatus siswa dan mahasiswa. Sedangkan yang jenis jas wanita/blazer cocok untuk segmentasi pelanggan yang berstatus mahasiswa dan pekerja kantoran.
2. Value Proposition

Value Proposition dari produk MANIQ terdiri dari tiga, yaitu yang pertama adalah elegant. Payet atau manik-manik yang akan dipasangkan pada produk akan memberikan kesannya yang elegan pada cardigan, jaket jeans, dan blazer yang semulanya memiliki penampilan polos. Payet/manik-manik yang digunakan tidak begitu banyak namun tetap memberikan penampilan dari outer atau luaran menjadi lebih cantik dan elegan. Value Proposition kedua adalah exlusive, payet atau manik-manik yang akan di pasang pada cardigan, jaket jeans, dan blazer ini akan dibentuk dipasang dan dijait langsung menggunakan tangan satu persatu dimana desain atau pattern-nya akan berbeda pada masing-masig produk, sehingga antara satu produk dan produk lainnya akan memiliki desain payet atau manik-manik yang berbeda. Selanjutnya, yang ketiga adalah memberdayakan wanita, artinya adalah MANIQ berusaha untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja untuk membuat dan memasang payet atau manik-manik tersebut. Proses pembuatan dan pemasangan payet atau manik-manik dilakukan dikediaman dari ibu-ibu tersebut, sehingga selain mengurus rumah dan anak, ibu-ibu rumah tangga tersebut dapat bekerja dan menghasilkan uang. Mengenai informasi bahwa produk-produk MANIQ dibuat secara handmade atau handcraft oleh ibu-ibu rumah tangga ini akan disampaikan kepada calon pelanggan.
3. Channels

Channels merupakan cara yang dilakukan perusahaan dalam menjangkau, berkomunikasi dan menyampaikan value proposition kepada para calon pelanggan atau customer segment. Kotler & Keller (2009) menyebutkan bahwa channels merupakan kumpulan organisasi yang saling bergantung dan terlibat dalam proses menyampaikan produk atau layanan untuk dibeli dan dikonsumsi oleh pelanggan. Berikut Channels yang digunakan oleh MANIQ dalam menyampaikan produk dan value proposition-nya kepada pelanggan:
a. Awareness
MANIQ akan menggunakan dan memanfaatkan platform media sosial dalam memperkenalkan dan menyampaikan informasi terkait dengan produk yang dijual. Media sosial yang dipilih untu meningkatkan kesadaran pelanggan akan produk yang dihasilkan adalah Instagram. MANIQ ingin menciptakan awareness kepada masyarakat akan produk-produknya melalui konten-konten posting-an di instagram. Selain itu, melalui penggunaan instagram ini diharapkan para pelanggan dapat dengan mudah untuk melihat informasi terkait produk dan jika ingin menanyakan atau memesan produk MANIQ.
b. Purchasing
Pelanggan dapat memesan dan membeli produk MANIQ dengan cara onfline maupun online. Pelanggan bisa mendapatkan produk dengan memesan melalui Instagram, dan MANIQ juga menyediakan saluran pemesan produk online melaui WhatsApp Messanger. Melalui pembelian secara online tersebut, pelanggan bisa melakukan pembayaran via transfer dari bank. Selain pembelian online, MANIQ juga akan melayani pembelian secara offline melalui bazar-bazar yang akan MANIQ ikuti. Pelanggan dapat bertanya mengenai produk yang dipajang, melihat produknya secara langsung, serta melakukan pembayaran secara cash pada bazar tersebut. Selain itu, pelanggan juga dapat produk dari MANIQ sebelum memutuskan untuk membelinya.
c. Delivery
Untuk pembelian secara online, MANIQ menyampaikan produknya hingga sampai ke tangan pelanggan dengan melalui penggunaan delivery service seperti JNE, J&T dan SiCepat. Biaya dari penggunaan delivery service tersebut akan ditanggung oleh pelanggan.
4. Customer Relationship

Dalam menyampaikan produknya, MANIQ menggunakan beberapa cara hubungan dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut:
a. Personal assistance
Personal assistance ini merupakan bentuk hubungan antara MANIQ dengan pelanggan dimana pelanggan dapat berkomunikasi secara langsung dengan admin MANIQ selama proses penjualan serta setelah pembelian selesai. MANIQ melalui platform media sosial, direct message Instagram dan WhatsApp Messanger, melakukan personal assistance dimana pelanggan dapat bertanya terkait produk, melakukan pemesanan, serta memberikan complain atau masukan yang berarti.
b. Co-creation
Co-creation ini merupakan hubungan yang dibangun MANIQ dengan pihak lain untuk menciptakan dan menghantarkan value kepada pelanggan. MANIQ bekerja sama dengan influencer Instagram terkemuka dengan melakukan endorsement produk MANIQ. Melalui testimoni yang dibuat oleh influencer tersebut di Instagram diharapkan mampu untuk menciptakan kepercayaan pelanggan akan produk yang dijual oleh MANIQ. Selain itu, MANIQ juga akan mengajak para pelangan untuk melakukan testimoni di Instagram, dimana pelanggan akan mem-posting outfit of the day mereka dengan menggunakan produk MANIQ dengan menggunakan caption yang menarik. MANIQ memilih 1 orang dengan postingan OOTD terbaiknya dan yang terpilih akan mendapatkan 15% cash back dari MANIQ untuk pembelian berikutnya.
c. After sales
Ini merupakan bentuk hubungan yang dibangun MANIQ untuk pelanggannya dengan memberikan garansi produk kepada pelanggan. Pelanggan dapat melakukan penukaran barang jika produk MANIQ produk yang diterima tidak sesuai dengan pesanan pelanggan dan jika terjadi kecacatan seperti payet atau manik-manik copot pada saat proses pengantaran.
d. Customer Greetings
MANIQ akan mengirimkan email dan dikomunikasikan melalui Instagram untuk memberikan special discount kepada pelanggannya untuk memperingati hari-hari besar tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan hari-hari special lainnya. Selain itu MANIQ akan menyiapkan kartu greetings yang akan dimasukkan ke dalam setiap packaging yang akan diterima oleh pembeli produk MANIQ. Kartu greetings tersebut berisikan ucapan terimakasih kepada pelanggan yang telah membeli produk NAKAS dan juga berisikan informasi terkait dengan special discount yang yang sedang berlaku.
5. Revenue Stream

Pendapatan yang diterima oleh MANIQ akan berasal dari pembelian yang dilakukan oleh para pembeli produk MANIQ. Cara pembayaran dalam membeli produk MANIQ dapat dilakukan dengan transfer via bank untuk pembelian secara online dan pembayaran cash untuk pembelian yang dilakukan secara offline melalui bazar-bazar yang akan MANIQ ikuti. Harga yang MANIQ tawarkan adalah Fixed Price sehingga tidak ada tawar-menawar dalam melakukan pembelian dan transaksi. Pengurangan harga dapat dilakukan jika MANIQ sedang mengadakan special discount.
6. Key Activities
Key activities merupakan sekumpulan kegiatan inti yang dilakukan oleh MANIQ dalam memproduksi produknya. MANIQ memiliki lima kegiatan inti yang menjadi key activities dalam model bisnisnya. Kegiatannya sebagai berikut:
a. Desain Produk MANIQ akan melakukan pengembangan desain produknya yang terbagi atas tiga jenis outer, yaitu cardigan, jaket jeans dan jas wanita/blazer dengan warna-warna yang netral yang sedang diminati oleh masyarakat. Untuk payet atau manik-maniknya, MANIQ akan melakukan penggambaran desain dan menyediakan warna-warna payet yang sesuai dengan outer-nya sehingga akan harmonis.
b. Produksi Produksi merupakan keseluruhan proses pembuatan produk MANIQ mulai dari pemilihan bahan outer, pemilihan payet atau manik-manik, proses penjahitan outer, pemasangan payet dan pengemasan hingga produk MANIQ siap untuk dijual ke pelanggan.
c. Quality control MANIQ akan memastikan bahwa setiap produk yang akan diterima oleh pelanggan memiliki kondisi atau kualitas yang baik, seperti pengecekan pada kualitas jahitan outer dan memeriksa setiap detail dari payet atau manik-manik yang dipasang.
d. Marketing Marketing yang dijalankan oleh MANIQ merupakan kegiatan pemasaran produk dengan membuat konten-konten menarik yang dilakukan melalui platform media sosial Instagram.
e. Accounting & Financing Ini merupakan kegiatan untuk menyediakan dan mengatur pendanaan untuk seluruh aktivitas bisnis yang dilakukan oleh MANIQ dan smencatat seluruh transaksi yang terjadi. Kegiatan ini berfungsi untuk mengelola arus kas MANIQ sehingga kelancaran dan keberlanjutan bisnis MANIQ dapat terjamin.
7. Key Resources
Sumber daya utama dari MANIQ adalah terkait dengan financial, material yang digunakan, dan sumber daya manusia atau talent. Mengenai finansial, MANIQ menggunakan modal dari owner pemilik sendiri. Modal ini diperlukan untuk berjalankan bisnis MANIQ dengan membeli material-material yang diperlukan, biaya penjaitan, biaya pemasangan payet atau manik-manik dan transportasi. Kemudian material yang digunakan adalah berupa bahan dan payet atau manik-manik yang digunakan. Bahan yang MANIQ gunakan adalah bahan yang memiliki kualitas tinggi. Selanjutnya, talent atau sumber daya manusia adalah owner dan tim yang akan dibentuk yang bersepakat untuk mengembangkan dan mewujudkan ide bisnis ini. selain itu, sumber daya utama juga terdiri dari penjahit dan ibu-ibu rumah tangga yang akan memasang payet atau manik-manik.
8. Key Partner
MANIQ bekerjasama oleh beberapa pihak dalam memproduksi produk outer ini. MANIQ akan dibantu oleh supplier yang menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan outer. MANIQ juga bekerjasama dengan penjahit dari konveksi yang sudah MANIQ percaya untuk membantu dalam proses produksi. Selain itu, MANIQ juga menggunakan pelayanan delivery service seperti JNE, J&T dan SiCepat dalam menyampaikan produk sampai ke tanggan pelanggan. Kemudian, MANIQ menggunakan produk layanan bank untuk menunjang transaksi jual-beli dari pemesanan secara online, seperti BNI, BRI, BCA dan Mandiri.
9. Cost Structure
Struktur biaya yang dikeluarkan oleh MANIQ merupakan biaya produksi yang terdiri dari biaya pembelian material bahan, biaya jahit pada konveksi, pemasangan payet atau manik-manik, packaging dan biaya transportasi.




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1766586/original/065869000_1510315294-tokopedia_3_673x373.jpg)




















































